• Home
  • Blog

share

Perawatan Skin Barrier dan Keseimbangan Microbiome

22 Oct 2022

Perawatan Skin Barrier dan Keseimbangan Microbiome

Perawatan skin barrier sangatlah penting untuk kesehatan kulit manusia. Pasalnya, kulit manusia yang terdiri dari beberapa lapisan ini merupakan organ terbesar yang dimiliki manusia, dilansir dari International Journal of Cosmetic Science

Mengutip Science, kulit manusia mampu menciptakan perlindungan garis depan terhadap lingkungan sekitarnya yang kurang baik, zat-zat beracun, dan juga radiasi berbahaya yang dihasilkan oleh matahari, lho. Hebat, kan?

Menyadur Healthline, skin barrier terdiri dari beberapa lapisan yang masing-masingnya memiliki peran untuk melindungi tubuh kita. Bagian terluar dari skin barrier kulit disebut stratum corneum atau dinding bata kulit. Pada lapisan ini, sel kulit yang berisi keratin dan zat pelembab dihubungkan oleh lapisan lemak. Walaupun terkesan tipis, lapisan sel kulit ini adalah alasan utama manusia bisa hidup. 

Mengapa Perawatan Skin Barrier Sangat Penting?

Menurut National Center for Biotechnology Information, peran esensial skin barrier adalah mempersiapkan tubuh kita untuk beradaptasi di lingkungan yang iklim dan cuacanya berubah-ubah, menghasilkan hormon-hormon yang dibutuhkan tubuh, neurotransmiter dan sitokin yang mempengaruhi keadaan tubuh dan bahkan emosi manusia. 

Kemudian dalam Microbiota and Maintenance of Skin Barrier Function, kulit manusia dapat mendefinisikan penampilan yang menjadi identitasnya, melindungi jaringan dan organ dalam yang rentan, berperan menjadi indera sensorik, dan mencegah manusia dari bahaya dehidrasi.

Sayangnya, ada beberapa faktor internal dan eksternal yang bisa membahayakan skin barrier kita, antara lain:

  • lingkungan sekitar yang terlalu lembab atau terlalu kering

  • alergen, penyebab iritasi, dan polutan

  • sering terkena paparan sinar matahari langsung

  • sabun atau detergen yang mengandung alkalin

  • terkena zat kimia berbahaya

  • terlalu sering mencuci muka atau exfoliating 

  • steroid

  • tekanan psikologis

  • memiliki gen dermatitis atopik atau sejenisnya yang disebabkan oleh faktor keturunan

Kulit yang skin barrier-nya rusak akan tampak kering dan bersisik, gatal, ada bagian yang berubah warna, menjadi lebih sensitif, serta mudah terkena infeksi bakteri, virus, jamur, dan sejenisnya. Wah, sangat tidak nyaman ya pastinya.

Maka dari itu, perawatan skin barrier juga menjadi penting karena ada microbiome yang hidup di lapisan kulit manusia yang kehadirannya sangat mempengaruhi kesehatan kulit itu sendiri. 

Menurut artikel dari Russh, skin barrier memiliki dua fungsi utama, yaitu memastikan tubuh terhidrasi dan mencegah microbiome jahat masuk ke dalam tubuh. 

Jadi, sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan microbiome itu?

Yuk, Kenalan dengan Microbiome yang “Tinggal” di Tubuh Kita 


Menurut
Microbiome Journal Biomed Central, komponen lemak, asam lemak, dan juga tingkat keasaman (pH) yang beragam pada kulit manusia bisa menciptakan suatu lingkungan hidup bagi berbagai macam mikroorganisme yang disebut dengan microbiome kulit. 

International Journal of Cosmetic Science menyebutkan bahwa microbiome adalah kumpulan mikroorganisme yang terdiri dari bakteri, virus, jamur, dan arkea yang hidup di dalam diri, bahkan di seluruh permukaan kulit manusia.

Eits! Jangan salah kaprah dulu, ya! Tidak semua microbiome merugikan, lho. Walaupun terdiri dari mikroorganisme yang terdengar seperti parasit, sebetulnya ada banyak microbiome yang mencegah patogen masuk ke tubuh manusia dan memastikan kulit memiliki keseimbangan homeostasis (fungsi internal tubuh). Microbiome yang keseimbangannya terjaga malah akan menyehatkan kulitmu.

Apa sih Hubungan Skin Barrier dan Microbiome Kulit Itu?

Dari International Journal of Cosmetic Science, kulit manusia sudah terpapar microbiome langsung setelah keluar dari rahim ibunya. Bahkan, ada bukti yang menunjukkan bahwa sistem imun tubuh dan skin barrier dapat mendeteksi antigen dari bakteri komensal kulit (makhluk hidup bersel satu yang bersifat parasit).

Russh menambahkan, skin barrier dan microbiome merupakan dua hal yang tidak terpisahkan. Skin barrier yang sehat membutuhkan microbiome kulit yang sehat pula. 

Microbiome kulit memiliki peran yang fundamental untuk melatih imun skin barrier dengan melepaskan peptida antimikroba, asam lemak, dan poliamina.

Melansir Nature, microbiome kulit yang terganggu keseimbangannya bisa menyebabkan penyakit kulit seperti:

  • xerosis (kulit yang sangat kering)

  • dermatitis atopik

  • jerawat

  • kulit kepala berketombe

Bagaimana Cara Menjaga Microbiome Kulit Kita? 


Kamu perlu tahu apa saja faktor internal dan eksternal yang bisa mengganggu keseimbangan
microbiome kulit kita. Microbiome Journal Biomed Central menyebutkan beberapa di antaranya yaitu:

  • faktor keturunan (genetik)

  • umur

  • sistem metabolisme tubuh

  • kebersihan kulit dan tubuh

  • perawatan wajah dan kulit

  • paparan sinar UV dari matahari

  • keadaan di lingkungan sekitar

  • dan sebagainya

Meskipun ada beberapa faktor yang tidak bisa dihindari, kamu tidak perlu khawatir, ya! Karena menjaga keseimbangan microbiome kulit bisa dicapai juga dengan cara-cara berikut ini yang dirangkum dari Skin Microbiome 101:

  • Perhatikan penggunaan skin care kamu, ya! Karena para ahli dermatologi pun menyatakan bahwa penggunaan skin care yang berlebihan bisa berpotensi merusak skin barrier dan bahkan mengganggu keseimbangan microbiome kamu. 

  • Berikan perhatian lebih pada sistem pencernaan kamu, karena terdapat banyak jenis microbiome di sistem pencernaan yang mempengaruhi microbiome kulit dan juga skin barrier kita.

  • Konsumsi makanan yang bergizi dan sehat. Pencernaan yang baik akan menghasilkan kulit yang baik pula.

  • Hindari makanan atau sesuatu yang bisa memicu alergi atau gejala kelainan kulit di skin barrier kamu.

  • Pastikan tubuhmu terhidrasi.

  • Jangan terlalu sering menggunakan hand sanitizer. Gunakanlah bahan-bahan alami atau pakai pelembap setelah mencuci tanganmu karena produk-produk berbahan kimia juga bisa memengaruhi kesehatan skin barrier.

  • Olahraga rutin yang menghasilkan keringat.

  • Kontrol level stres kamu, ya! Karena stres bisa memicu gangguan pencernaan, yang juga kemudian memengaruhi kondisi microbiome di kulit kamu.

Perawatan Skin Barrier dengan Skin Care yang Microbiome Friendly

Skincare berbahan alami yang microbiome friendly bisa menjadi solusi untuk tetap bisa menjaga kesehatan skin barrier kamu. 

Microbiome skincare seperti Biome Beauty yang ditawarkan Nusantics bisa menjadi jalan keluarnya. Produk-produk Biome Beauty yang microbiome friendly, memiliki karakter skincare lebih lembut sehingga tidak merusak microbiome yang ada di kulit. 

Bahan-bahan alami yang berkualitas tinggi membuat Biome Beauty dari  Nusantics ini akan menjaga keseimbangan microbiome kulit dan sekaligus menjaga skin barrier kamu.

Ingin tahu lebih banyak tentang microbiome? Yuk baca artikel-artikel menarik lainnya di Nusantics Blog!

 


Referensi:

Writer: Tami Kira

Editor: Agnes Octaviani