Blog
Apa Hubungan Microbiome dengan Patah Hati?
May 14, 2024 by Anita Desyanti
Share

Tahukah kamu, terlalu larut patah hati bisa mengganggu imunitas tubuh, lho. Eh, tapi di mana korelasinya, ya? Belajar sama-sama, yuk!
Patah hati disebabkan berbagai alasan sangat normal, karena pada dasarnya manusia memang dilengkapi dengan aneka macam bentuk emosi. Ada quote yang juga pernah dijadikan judul drama Korea, yang mungkin bisa membuat kamu merasa lebih baik, saat hati sedang tersakiti, “it okay to not be okay.”
Setuju, enggak? Karena kamu bukan robot, jadi merasa overwhelmed dengan keadaan itu tidak masalah, kok. Kalau kamu sedang sedih, marah, dan kecewa karena seseorang atau sesuatu, biarkan saja emosimu mengalir.
Namun, jangan terlalu larut dengan emosi negatif, ya. Belajar bijak memperlakukan diri sendiri. Karena jika kamu egois, lalu jadi stres, artinya kamu juga sedang merusak sistem microbiome dalam tubuh, yang sebagian besar tinggal di usus kamu.
Microbiome ibarat garda terdepan tubuh manusia, yang menjaga seseorang dari berbagai macam penyakit fisik dan mental. Microbiome terdiri dari triliunan mikroorganisme, tidak hanya bakteri tetapi juga jamur, bakteri, virus, dan archaea. Jumlah terbesar ditemukan di usus juga seluruh tubuh, bahkan hingga di kulit.
Saking pentingnya peran microbiome, mereka diberi label sebagai organ pendukung utama karena memainkan begitu banyak peran kunci dalam kelancaran metabolisme harian tubuh manusia. Baik itu kesehatan raga dan jiwa.
Nah, salah satu anggota microbiome adalah bakteri baik yang sering disebut probiotik, sebagian besar bersarang di usus kamu. Lactobacillus dan Bifidobacterium, adalah kelompok yang masuk dalam kategori tersebut, yang memiliki fungsi untuk tubuh:
- Membantu tubuh kamu memelihara microbiome tubuh agar tetap sehat, atau pulih setelah sakit.
- Menghasilkan zat yang memiliki efek yang diinginkan
- Memengaruhi respons imun tubuh.
Fakta Usus Sehat Memengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental

Tahukah kamu, sesungguhnya usus dan otak itu saling berkomunikasi? Kerja sama usus dan otak disebut poros otak-usus atau gut-brain axis.
Penelitian dari Nature Reviews Microbiology menunjukkan keduanya terhubung melalui pensinyalan biokimia antara sistem saraf di saluran pencernaan, yang disebut sistem saraf enterik, dan sistem saraf pusat, yang mencakup otak. Hubungan informasi utama antara otak dan usus adalah saraf vagus, saraf terpanjang di tubuh.
Baca Juga: Benarkah Microbiome di Usus Memengaruhi Perilaku dan Cara Kerja Otak?
Usus disebut "otak kedua" karena menghasilkan banyak neurotransmiter yang sama seperti otak, seperti serotonin, dopamin, dan asam gamma-aminobutirat, yang semuanya memainkan peran kunci dalam mengatur suasana hati. Bahkan diperkirakan 90% serotonin dibuat di saluran pencernaan.
Serotonin adalah pembawa pesan kimiawi, yang disebut neurotransmitter, bekerja pada pembuluh darah dan jalur kontrol nyeri di otak. Hormon serotonin berperan penting mengelola suasana hati kamu.
Tak heran, jika kamu sedang bermasalah, otak akan mengirim sinyal ke usus. Misalnya ketika stres, seseorang malah bisa mengalami masalah pencernaan seperti gugup atau sakit perut, hingga sindrom iritasi usus besar (IBS), dan sembelit.
Karena itu lah, sangat penting menjaga stabilitas microbiome dalam usus, yang termasuk probiotik di dalamnya, untuk turut meningkatkan suasana hati.
Probiotik Mampu Redakan Emosi Negatif

Saat kamu konsisten mengonsumsi probiotik setiap hari selama minimal empat minggu, para peneliti menemukan kecenderungan yang lebih kecil untuk seseorang berlarut merenung ketika patah hati.
Probiotik membuat bagian otak kita yang memproses emosi negatif menjadi kurang aktif. Penelitian yang dilakukan Annals of General Psychiatry pun menyatakan bahwa probiotik dapat membantu seseorang dengan gangguan depresi dan kecemasan.
Tak hanya itu, kamu akan terstimulasi menjadi lebih aktif. Dengan begitu biasanya atensi seseorang akan teralihkan, karena terus bergerak dan sibuk melakukan sesuatu yang bermanfaat, dan memunculkan energi positif.
Akibatnya, suasana hati juga mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik. Jadi pastikan kamu menjaga keseimbangan microbiome dalam tubuh, karena kunci usus yang sehat dan bahagia adalah microbiome yang beragam.
Baca Juga: Wajib Tahu! Inilah Hubungan Probiotik dan Perasaan Bahagia
Bukti Penelitian Probiotik untuk Suasana Hati

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa probiotik dapat membantu meningkatkan suasana hati dan fungsi kognitif serta menurunkan stres dan kecemasan.
Sebagai contoh, sebuah artikel penelitian yang diterbitkan Frontiers in Aging Neuroscience menemukan bahwa pasien Alzheimer yang mengonsumsi susu yang dibuat dengan empat spesies bakteri probiotik selama 12 minggu, mendapat skor lebih baik pada tes untuk mengukur gangguan kognitif dibandingkan dengan mereka yang minum susu biasa.
Lalu, sebuah studi kecil dilaporkan dalam jurnal berjudul Consumption of Fermented Milk Product With Probiotic Modulates Brain Activity menemukan bahwa wanita yang makan yoghurt dengan campuran probiotik, dua kali sehari selama empat minggu, lebih tenang saat terkena gambar wajah marah dan ketakutan dibandingkan dengan kelompok yang tidak konsumsi yoghurt dan probiotik.
MRI juga menemukan bahwa kelompok yoghurt memiliki aktivitas lebih rendah di insula, area otak yang memproses sensasi tubuh internal yang berasal dari usus.
Baca Juga: Probiotik dan Air Ternyata Sama Pentingnya bagi Tubuh, Mengapa?
Konsumsi Probiotik Bantu Kamu Bisa Move On

Ada dua cara untuk memasukkan probiotik ke dalam tubuh kamu: makanan fermentasi dan suplemen makanan. Namun, makanan yang sudah melalui proses fermentasi adalah yang paling disarankan, karena alami.
Makanan fermentasi paling umum yang secara alami mengandung probiotik, atau ditambah probiotik, termasuk yoghurt, kefir, kombucha, acar, miso, tempe, tahu, kimchi, roti, dan keju.
So, buat kamu yang lagi patah hati, entah karena pasangan, karier, atau pengalaman hidup, yuk jangan lama-lama terpuruknya!
Probiotik memang bisa membantu mengurangi produksi hormon emosi di tubuh, tapi untuk betul-betul bangkit dan move on, pastinya harus butuh niat dari diri kamu sendiri, ya. Namun tetap imbangi dengan tahu kemampuan diri. Jika butuh jeda dalam proses healing, tak ada salahnya. Bersikap lembut terhadap diri sendiri, adalah bentuk self love untuk membantu kamu keluar dari masa yang sulit.
Baca Juga: Meditasi Dapat Mendukung Kesehatan Microbiome, Benarkah?
Ingat, kesehatan fisik dan mental itu sama seperti investasi, dijaga sekarang untuk dapat menikmati hidup sehat puluhan tahun kemudian.
Agar kamu tahu lebih banyak tentang bagaimana hebatnya microbiome menjaga sistem imunitas tubuh, silakan perbaharui pengetahuan kamu soal microbiome di Nusantics Blog, ya. Ada berbagai artikel yang kami sajikan dengan bahasa yang mudah dimengerti seputar bagaimana menjalankan pola hidup sehat yang memaksimalkan fungsi microbiome.
Referensi:
- https://www.letsmend.com/posts/why-you-should-take-probiotics-when-you-re-heartbroken/
- https://www.health.harvard.edu/mind-and-mood/probiotics-may-help-boost-mood-and-cognitive-function.
- https://www.nccih.nih.gov/health/probiotics-what-you-need-to-know
- Wallace, C., & Milev, R. (2017). The effects of probiotics on depressive symptoms in humans: a systematic review. Annals of general psychiatry, 16, 14. https://doi.org/10.1186/s12991-017-0138-2
- Tillisch, K., Labus, J., Kilpatrick, L., Jiang, Z., Stains, J., Ebrat, B., Guyonnet, D., Legrain-Raspaud, S., Trotin, B., Naliboff, B., & Mayer, E. A. (2013). Consumption of fermented milk product with probiotic modulates brain activity. Gastroenterology, 144(7), 1394–1401.e14014. https://doi.org/10.1053/j.gastro.2013.02.043
- Johnson, Katerina & Foster, Kevin. (2018). Why does the microbiome affect behaviour?. Nature Reviews Microbiology. 16. 1. 10.1038/s41579-018-0014-3.
Fresh Articles
Menu
Find Us
Mon - Fri: 9 a.m. - 6 p.m.
i3L Campus @ Lvl. 3
Jl. Pulomas Barat No.Kav.88, RT.4/RW.9, Kayu Putih, Pulo Gadung,
Jakarta Timur 13210
Contact Us
hello@nusantics.com
+62 (21) 509 194 30
Copyright © 2026 PT Riset Nusantara Genetika, PT Nusantara Butuh Diagnostik. All Rights Reserved.Privacy Policy
© 2026 PT Riset Nusantara Genetika.
Privacy Policy

