• Home
  • Blog

share

Hati-Hati, Fast Food Bisa Merusak Keseimbangan Microbiome Usus Kamu!

15 Jul 2022

Hati-Hati, Fast Food Bisa Merusak Keseimbangan Microbiome Usus Kamu!

Fast food adalah jenis makanan yang diolah secara cepat sehingga hanya membutuhkan sedikit persiapan yang menyebabkannya mudah diakses dan dijangkau oleh banyak kalangan. 

Ragam jenis fast food di antaranya adalah kentang goreng, ayam goreng, nugget, hamburger, dan lain sebagainya. 

Masalahnya, fast food seringkali dihubungkan dengan makanan tidak sehat yang menyebabkan berbagai macam penyakit termasuk obesitas. Namun, benarkah sains berkata demikian? 

Baca Juga: Makanan Masak vs Makanan Mentah, Lebih Baik yang Mana?

Fast Food dan Microbiome Usus

fast food dan microbiome usus

Studi yang dihimpun dari jurnal Gut pada tahun 2021, melaporkan bahwa makanan yang mengandung lemak dan gula yang tinggi sebagian besar terdapat pada makanan cepat saji (fast food) dapat menyebabkan ketidakseimbangan pada microbiome usus. 

Microbiome usus merupakan kumpulan bakteri, jamur, dan virus yang hidup dan berkembang di usus, kemudian memengaruhi kesehatan tubuh termasuk masalah inflamasi (peradangan) hingga jantung.

Microbiome yang tidak sehat meningkatkan risiko penyakit radang usus dan sindrom iritasi usus besar serta diabetes dan bahkan kanker.

Penelitian dalam jurnal Gut ditujukan pada 1.425 orang di Belanda yang mengonsumsi makanan tinggi lemak olahan dan hewani. 

Mereka memiliki tingkat bakteri perusak yang lebih besar, sehingga berpotensi menghasilkan racun yang membahayakan usus.

Baca Juga: 6 Jenis Teh yang Bagus untuk Kesehatan Usus

Di sisi lain, orang yang mengonsumsi makanan tinggi protein dan vitamin memiliki tingkat bakteri sehat dengan sifat antiinflamasi yang tinggi. 

Dr. Rudolph Bedford, ahli gastroenterologi di Pusat Kesehatan Providence Saint John di Santa Monica, California dikutip dari Healthline mengatakan bahwa microbiome mengandung triliunan mikroba dan triliunan mikroorganisme. 

Microbiome usus pada dasarnya membantu melatih sistem kekebalan pada masa kanak-kanak dan dewasa, mengenali dan bereaksi terhadap berbagai mikroba berbahaya yang mungkin masuk ke dalam tubuh juga membantu kekebalan tubuh. 

Hal ini membuat microbiome adalah aspek yang sangat penting dari kesehatan kita secara umum.

Makanan untuk Microbiome Usus yang Sehat

makanan untuk microbiome usus

Studi yang sama juga menggali kebiasaan makan yang bermanfaat untuk meningkatkan koloni bakteri sehat khususnya Roseburia, Faecalibacterium, dan Eubacterium.

Diet sehat yang terdiri atas makanan seperti kacang-kacangan, roti, dan ikan seringkali dikaitkan dengan peningkatan kelompok bakteri baik. 

Sebaliknya, makanan dengan kandungan lemak dan daging olahan yang tinggi dapat meningkatkan kelompok bakteri yang berbahaya. 

Hubungan positif dari total asupan lemak dan konsumsi daging dengan spesies bakteri yang dominan di saluran pencernaan bagian atas dan rongga mulut. 

Kolonisasi yang lebih tinggi dari bakteri jahat ini berhubungan dengan penyakit seperti inflamasi usus, sirosis hati dan kanker usus besar.

Selain manfaat kesehatan dari pengaturan pola makanan dengan menurunkan asupan lemak, protein hewani, dan gula, penting untuk memperhatikan asupan makanan yang menentukan kesehatan seluruh ekosistem microbiome yang ada dalam tubuh. 

Pada dasarnya, mikroba yang hidup dan berkembang yang sangat responsif terhadap apa yang ada disekitarnya.

Jadi, jika kamu mengonsumsi makanan yang sehat, maka microbiome usus yang baiklah yang bisa berkembang.

Pertimbangkanlah untuk lebih banyak mengonsumsi lebih banyak sayuran dan buah dibandingkan dengan burger atau kentang goreng, serta jauhi saus tambahan yang biasanya mengandung banyak gula dan garam. 

Baca Juga: 10 Alasan Kamu Wajib Konsumsi Sayur dan Buah

Untuk menjaga kesehatan tubuh, kamu juga bisa mempertimbangkan untuk memanjakan diri dengan rangkaian treatment spa dari Biome Spa, nih. 

Rangkaian spa ini terdiri dari pilihan facial spa, body spa, dan best package yang membantu kulit dan tubuh untuk relaksasi dan memberikan nutrisi alami dari kepala hingga kaki.

Segera cek info lengkapnya di sini, ya!

Referensi:

Writer: Ria Theresia Situmorang

Editor: Serenata Kedang