• Home
  • Blog

share

FAQ BioSaliva - Serba-serbi yang Wajib Kamu Tahu!

9 Jul 2021

FAQ BioSaliva - Serba-serbi yang Wajib Kamu Tahu!

Pandemi Covid-19 belum kunjung berakhir. Angka kasus kian bertambah setiap harinya. Bagi kamu yang masih terpaksa keluar rumah karena hal-hal tertentu, misalnya bekerja, tentu proteksi diri jadi hal esensial.

Tidak hanya menjalankan prokes ketat seperti menggunakan 
double masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mendapatkan vaksin, bagi kamu yang punya bugdet lebih, rutin menjalani tes juga harus dimasukkan daftar kewajiban.

Apalagi, kalau kamu tinggal serumah dengan orang-orang yang sangat rentan dengan penyakit berbahaya ini, misalnya orang dengan komorbid, lansia, atau anak-anak.

Namun, siapa 
sih yang enggak lelah di-swab test alias dicolok-colok hidung dan tenggorokannya? Bagi sebagian orang, swab test dirasa kurang nyaman dan menyakitkan.

Well, we hear you! Apakah kamu sudah tahu kalau Nusantics punya metode tes terbaru yang tidak harus dicolok alias hanya dengan berkumur?

Pasti sudah banyak pertanyaan yang bermunculan di pikiranmu, kan? Nah, supaya 
enggak bingung-bingung, berikut Nusantics Blog berikan rangkuman FAQ seputar BioSaliva!

1. Pengambilan sampel swab kumur-kumur ini seperti apa? 

a. Step 1: 

Tarik napas dengan keras sebanyak 5x seperti sedang menyedot melegakan jalur hidung. 

b. Step 2: 

Batuk-batuk dengan keras sebanyak 6x seperti sedang mengeluarkan dahak. 

c. Step 3: 

Berkumur di tenggorokan sambil menengadah dan bersuara (gargle), dengan tahapan sebagai berikut:

  • Kumur 15 detik 
  • Istirahat 
  • Kumur 15 detik 
  • Istirahat 
  • Kumur 15 detik 
  • Buang ke tabung Biru 

Jika ingin lebih jelas, kamu bisa klik gambar berikut ini untuk video tutorial! 



2. Berapa perbandingan tingkat akurasi PCR Kumur dengan Swab PCR dan metode tes lain?



Metode PCR Kumur pada CT hingga 35 memiliki sensitivitas di angka 93,57%, sedikit lebih rendah dari Swab PCR yang memiliki sensitivitas hingga 95% pada CT hingga 40 

3. Apakah test PCR Kumur juga mengeluarkan nilai CT seperti PCR Swab seperti biasa? 

Tentu saja! Karena baik kumur maupun swab sama-sama menggunakan metode PCR. Maka jika hasil tes PCR kamu positif, akan disertakan nilai CT untuk masing-masing target gene. 

4. Apakah ada minimum usia untuk menggunakan PCR Kumur ini? 

Tidak ada. Siapapun yang mampu melakukan dan mengikuti instruksi kumur dapat melakukan tes ini. Normalnya usia 3-4 tahun ke atas.

5. Bagaimana tingkat akurasi PCR Kumur jika dibandingkan dengan PCR Saliva? 

Nusantics dan Biofarma sudah melakukan uji ekstensif sejak tahun lalu bersama dengan para pakar dan rumah sakit untuk mereplikasi uji Saliva meludah / PCR Saliva yang sudah digunakan di luar negeri. Hasilnya, akurasi PCR Saliva hanya sekitar 38%-52%, jauh lebih rendah dari uji PCR Kumur yang mencapai 93.5% 

6. Apakah ada tindakan yang tidak boleh dilakukan sebelum melakukan PCR kumur, seperti konsumsi obat atau obat kumur? 

Sebaiknya tidak makan dan minum selain minum air selama 1 jam sebelum melakukan tes. Juga tidak merokok, sikat gigi, kumur dengan mouthwash selama 1 jam sebelum melakukan tes. 

7. Apakah pemeriksaan PCR kumur ini dapat dilakukan setelah vaksin? 

Bisa.

8. Apakah harus konfirmasi kembali H-1 seperti halnya Saliva test? 

Tidak. PCR Kumur sudah didesain sehingga sampel dapat ditranspor dan disimpan dengan mudah. Tidak perlu melakukan konfirmasi karena jarak waktu sejak pengambilan sampel hingga pengolahan sampel sudah tidak menjadi masalah. 

9. Apakah PCR kumur dapat mendeteksi jenis varian virus Covid-19? 

Meskipun tidak spesifik mengatakan positif terpapan varian apa, namun penggunaan PCR Kumur BioSaliva bersama dengan m-BioCov-19 dapat mendeteksi mutasi B 117 (Alpha), B 1.351 (Beta), P.1 (Gamma), B 1.617.2 (Delta), B 1.617.1 (Kappa), B 1.525 (Eta), B 1.526 (Iota), B 1.466.2 (varian Indonesia), B 1.427/29 (Epsilon), dan C.37 (Lambda) 

10. Apa yang dimaksud dengan mBioCoV-19? 

mBioCoV-19 adalah reagen yang digunakan oleh mesin PCR. mBioCoV 19 memiliki akurasi dan sensitivitas sangat tinggi (LoD 5 Copies per reaction) sehingga dapat digunakan untuk sampel gargle

11. Apakah PCR Gargle BioSaliva sudah mendapatkan izin dari Pemerintah? 

Sudah. BioSaliva sudah memiliki Nomor Izin Edar dari Kementerian Kesehatan pada 1 April 2021 dengan Nomor KEMENKES RI AKD 10302120673.

12. Apakah Nomor Izin Edar saja sudah cukup? 

Secara umum, produk yang sudah memiliki Nomor Izin Edar artinya sudah boleh beredar diperjualbelikan. Tetapi, karena produsen BioSaliva dan mBioCoV juga mengemban tanggung jawab untuk menjunjung tinggi integritas, maka saat ini atas arahan Kemenkes juga tengah dilakukan post-marketing surveillance untuk mengecek keabsahan klaim. 

Sejauh ini hasil 
post-marketing surveillance menunjukkan hasil yang sesuai dengan klaim kami terkait sensitivitas. 

13. Apakah Pengambilan sampel PCR Kumur dapat dilakukan sendiri di rumah atau kantor? 

PCR Kumur didesain oleh Nusantics dan Biofarma untuk penyetaraan akses test PCR seluruh Indonesia. Ke depannya tentu pengambilan sampel dapat dilakukan sendiri. Namun selama periode limited release ini, layanan PCR Kumur hanya dapat diakses di laboratorium GSI Kuningan dan Cilandak. Hal ini sangat dibutuhkan agar tenaga kesehatan terlatih dari Laboratorium GSI dapat memastikan protokol yang dilakukan sudah benar sebelum disosialisasikan secara masif. 

14. Apakah Cairan dalam PCR Kumur ini aman jika tertelan? 

Aman. 

15. Apakah kita harus berpuasa sebelum pengambilan sampel gargle

Tidak makan/minum, tidak merokok, tidak berkumur, dan tidak sikat gigi satu jam sebelum pengambilan sampel. 

16. Apakah kalau kita makan/berkumur sebelum Gargle-PCR, hasilnya pasti menjadi negatif? 

Berdasarkan hasil penelitian kami, makan dan berkumur dengan antiseptik menyebabkan peningkatan nilai CT tetapi tidak selalu lantas menjadi negatif. Jangan berupaya untuk menjadikan nilai tes menjadi negatif karena ini sangat membahayakan orang-orang terdekat kita. Jika kamu tidak memiliki waktu yang cukup untuk berpuasa 1 jam sebelum gargle PCR, sebaiknya ambil jasa PCR Swab saja. 

17. Apakah aman jika sebagian cairan kumur tidak sengaja terbuang atau tertelan? Apakah akan mempengaruhi analisa? 

Kami mendesain proses PCR Kumur dengan menambahkan metode ekstraksi RNA sebelum memasuki mesin PCR. Step ekstraksi ini sangat penting karena dapat mengurangi dampak dari faktor dilusi akibat kekurangan jumlah sampel.

-

So, itulah beberapa FAQ tentang BioSaliva. Apakah pertanyaan-pertanyaan kamu sudah terjawab? Cek Instagram Nusantics untuk tahu informasi tentang BioSaliva lebih lengkapnya, ya. Apapun metode tes yang kamu pilih nanti, mudah-mudahan hasilnya yang terbaik, ya! Stay safe and sane, everyone!

Writer: Nusantics

Editor: Serenata Kedang