share

Apa Itu Microbiome?

17 Sep 2020

Apa Itu Microbiome?

Kata siapa sih, mikroba seperti bakteri dan virus itu selalu jahat? Mungkin selama ini yang kamu tahu, bakteri dan virus melulu jadi sumber masalah atau penyakit yang berasal dari luar lingkungan tubuh. Tetapi, tahukah kamu kalau ternyata tubuh pun sebetulnya butuh mikroba dan bahkan sebagian besar terdiri dari mikroba itu sendiri? Ternyata, tubuh tidak hanya mengandung sel-sel saja, tetapi juga mikroba yang hidup sebagai penghuni tubuh manusia. 

Tubuh manusia memiliki lebih dari 
100 triliun mikroorganisme seperti bakteri, jamur, protozoa, virus, dan parasit. Bahkan, jumlah mikroba ini 10 kali lipat lebih banyak dibanding sel manusia sendiri!

Materi genetik semua mikroba (disebut juga mikroorganisme atau mikrobiota) yang hidup di tubuh manusia disebut 
microbiome. Ada ribuan spesies mikroorganisme yang berbeda yang tersebar di seluruh tubuh, tapi paling banyak berada di usus kecil dan besar. Berat microbiome sendiri bisa mencapai 2,2 kilogram.

Setiap orang memiliki jaringan mikrobiota unik yang mulanya ditentukan oleh DNA. Kita pertama kali terekspos mikroorganisme saat baru lahir.

Menurut jurnal 
ADC Education & Practicemicrobiome dalam tubuh bayi ditentukan oleh usia kehamilan ibu (penuh atau prematur), cara persalinan (normal atau caesar), susu (ASI atau formula), status gizi ibu (kegemukan atau kurang gizi), dan penggunaan antibiotik.

Jenis mikroorganisme yang terekspos ke bayi benar-benar tergantung pada spesies dari ibu. 
Microbiome ibu bisa mempengaruhi kesehatan anaknya. Namun, lambat laun paparan lingkungan dan makanan bisa mengubah microbiome seseorang. Entah itu baik atau buruk untuk kesehatannya.
 

Fungsi Microbiome untuk Tubuh


fungsi microbiome dalam tubuh


Microbiome memiliki fungsi yang sangat banyak untuk tubuh, di antaranya:

  • Mengatur sistem imunitas
  • Melindungi tubuh dari patogen yang masuk ke tubuh, misalnya melalui konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi
  • Mencerna makanan dan memecah senyawa makanan yang berpotensi toksik
  • Menghasilkan asam amino dan vitamin, termasuk vitamin B (B12, thiamine, riboflavin) dan vitamin K. Sebab, enzim yang diperlukan untuk membentuk vitamin B12 hanya dapat ditemukan dalam bakteri, bukan di tanaman dan hewan.

Microbiome disebut “organ pendukung” karena perannya sangat penting. Tanpanya, tubuh kita tidak bisa berfungsi dengan benar.
 

Penyakit Akibat Ketidakseimbangan Microbiome


penyakit akibat ketidakseimbangan microbiome


Kebanyakan mikroba dalam tubuh manusia memang bersifat simbiosis (tubuh manusia dan mikrobiota sama-sama mendapat keuntungan). Namun, sebagian kecil mikroba bersifat patogen atau menyebabkan penyakit.

Dalam tubuh yang sehat, mikrobiota simbiosis dan patogen hidup bersama tanpa masalah. Namun, jika terjadi gangguan dalam keseimbangan keduanya (misalnya karena penyakit infeksi, makanan tertentu, atau penggunaan antibiotik dalam waktu lama), interaksi normal ini terhenti. Akibatnya, tubuh jadi lebih rentan terkena penyakit.

Mikroba penyebab penyakit berakumulasi seiring waktu serta mengubah aktivitas gen dan proses metabolik, sehingga muncul respons imun abnormal terhadap senyawa dan jaringan yang biasanya ada di tubuh. Penyakit autoimun ini tampaknya diwariskan bukan melalui DNA, melainkan 
microbiome keluarga.

Beberapa jenis penyakit yang bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan 
microbiome dalam tubuh adalah:

  • Diabetes
  • Rheumatoid arthritis
  • Distrofi otot
  • Multiple sclerosis
  • Fibromyalgia

Microbiome seseorang bisa memengaruhi kerentanannya terhadap penyakit menular dan berkontribusi pada penyakit kronis sistem gastrointestinal seperti penyakit Crohn dan sindrom iritasi usus besar. Beberapa kumpulan mikroba juga menentukan bagaimana seseorang merespons obat.
 

Microbiome di Kulit


microbiome di kulit


Selain di dalam tubuh, microbiome juga terdapat di permukaan tubuh alias di kulit. Menurut artikel di Nature Review Microbiology, organisme yang menyusun sebagian besar mikrobiota kulit adalah Staphylococcus dan Propionibacterium spp.

Sebagai organ terbesar di tubuh manusia, kulit ditempati oleh lingkungan mikroorganisme yang berbeda. Kolonisasi mikroorganisme didorong oleh ekologi permukaan kulit yang sangat bervariasi, tergantung lokasi topografi, faktor internal, dan faktor lingkungan.

Kulit adalah ekosistem yang terdiri dari komponen biologis dan fisik yang hidup menempati habitat yang beragam. Jika kamu mengalami gangguan kulit atau infeksi, biasanya disebabkan karena adanya ketidakseimbangan antara induk dan mikroorganisme di kulitmu. Jadi, sebetulnya penggunaan 
skincare yang berlebihan pun tidak disarankan apalagi kalau kamu belum tahu apa penyebab gangguan kulitnya.

Itulah sekilas penjelasan tentang 
microbiome. Ternyata, bakteri, jamur, protozoa, dan virus tidak melulu harus dimusnahkan dari tubuh manusia, ya. Justru microbiome malah menjadi “penduduk” tetap dan memang berguna bagi tubuh manusia. 

How awesome is that?!

Referensi:
https://www.hsph.harvard.edu/
https://depts.washington.edu/
https://ep.bmj.com/
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/

Writer: Fitria Rahmadianti

Editor: Serenata Kedang